Menjadi Insan Kamil
Menjadi Insan Kamil
Dalam sebuah kehidupan dibutuhkan
tata cara yang baik dalam berperilaku, baik berperilaku terhadap sesama manusia
ataupun terhadap sang pencipta. Insan kamil ialah manusia yang sempurna dari
segi wujud, perilaku dan pengetahuannya. Kesempurnaan dari segi wujudnya ialah
karena dia merupakan manifestasi sempurna dari citra Tuhan. Yang ada pada
dirinya tercermin nama-nama dan sifat Tuhan secara utuh sehingga perilakunya
bisa dijadikan suritauladan bagi sekitarnya. Insan kamil jika dilihat dari segi
fisik biologisnya tidak berbeda dengan manusia lainnya. Namun dari segi mental
spiritual ia memiliki kualitas-kualitas yang jauh lebih tinggi dan sempurna
dibanding manusia lain. Karena kualitas dan kesempurnaan itulah Tuhan
menjadikan insan kamil sebagai khalifah-Nya. Nabi Muhammad merupakan contoh
nyata seorang insan kamil (surah Al-Ahzab 21).
Al-Qur’an
sebagai kalamullah merupakan rujukan dalam menentukan kriteria insan kamil.
Adapun ayat Al-Qur’an yang memaparkan syarat dan kriteria insan kamil, salah
satunya surah Al-Ahzab ayat 35 yang artinya “Sungguh,
laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan
perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar,
laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk,
laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa,
laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan
yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan
dan pahala yang besar.”
Dalam ilmu tasawauf, proses untuk mencapai Insan Kamil sebagai manusia yang
sempurna dari dimensi kemanusiaan sebagai hamba Allah ada 3. Pertama takhalli ,
yang berarti mengosongkan atau mengasingkan. Yang dimaksud adalah mengasingkan
(membersihkan) jiwa manusia dari kotoran-kotoran batin (jiwa). Proses
kedua, Tahalli ,yang berarti memperindah atau mempercantik
(jiwanya). Proses ketiga Tajalli , yaitu tersambungnya hamba
dengan Allah sehingga akan terjadi penampakkan Allah dalam bentuk
Kekuasaan-Nya, Kemuliaan-Nya, Keindahan-Nya, Kasih SayangNya, Kebaikan-Nya pada
pikiran dan jiwa insan kamil tersebut.
Daftar Pustaka :
Komentar
Posting Komentar